Dari sudra menuju ksatria

Tulislah apa yang kau baca. Liburan kali ini kami mendapatkan tugas untuk membaca selama 20 menit. Wah seperti tugas anak sd ya? Eits jangan salah, membaca bukan sembarang membaca karena kami harus menuliskan kembali apa yang kami baca dalam blog. Sama seperti quotes atau kutipan yang saya tuliskan.
 
Minggu pertama liburan saya memilih meneruskan apa yang sudah saya baca, yaitu novel sejarah yang berjudul Aro Dedes karya Pramoedya Ananta Toer yang saya pinjam dari teman saya. Karena saya merupakan pembaca amatir alhasil tak rampung-rampung. Siapa yang tak pernah mendengar tokoh yang fenomenal pada zaman Hindu Buddha, Arok. Arok adalah anak yang hidup berpindah-pindah karena orang tua yang gonta-ganti. Iya, Arok sejak kecil sudah ditinggalkan oleh orang tua kandungnya. 

Arok memiliki sikap pemberani, sejak kecil ia sudah ikut memperjuangkan hak rakyat yang di rampas oleh kekuasaa Tumapel yang di pimpin oleh Tunggul Ametung. Karena sibuk merampas kembali harta rakyat, Arok lupa menjalankan tugas untuk menggembala sapi. Tugas tersebut berasal dari Ki Bango Samparan, ayah angkatnya. Karena kesalahan itu, anak kandung Ki Bango meminta ayahnya mengusir Arok. Anak bungsu dari Ki Bango, Umang menangis terisak melepas kepergian Arok. KI Bango mengirim Arok kepada Lohgawe seorang brahmana untuk belajar. 

Sementara itu, dalam kemegahan istana Tumpel terdapat seorang brahmani yang bersedih karena tidak dapat bertemu kembali dengan ayahnya. Brahmani tersebut bernama Dedes yang kini sudah menjadi istri dari penguasa Tumapel, yaitu Tunggul Ametung. Tunggul Ametung adalah pemimpin yang ditakuti oleh rakyatnya, ia terkenal dengan sikap tegas dan cenderung tega dengan rakyat. Walaupun begitu, Tunggul Ametung tetap luluh pada Dedes, seorang brahmani yang ia culik dari desa terpencil di sebuah gunung untuk dijadikan istri. 

Nah, pasti penasaran kan bagaimana nantinya Arok bisa bertemu dengan Dedes dan bagaimana Tunggul Ametung dapat di gulingkan oleh seorang yang bukan dari golongan ksatria? Tunggu lanjutan kisahnya di part 2 ya. 




Komentar

Posting Komentar