Arok Dedes
Tulisan kali ini, saya akan melanjutkan kisah percintaan fenomenal yang penuh dengan intrik politik, Arok dan Dedes. Setelah Arok memperoleh ilmu agama dari Lohgawe, dia mulai mengatur strategi untuk menumbang kekuasaan dari Tunggul Ametung yang semakin terperosot karena pemberontakan terjadi di mana-mana. Brahmana pada saat itu masih dianggap sebagai sang Maha Guru, ditambah lagi saran dari Dedes yang tak mungkin di tolak oleh Tunggul Ametung. Datanglah Dedes bersama Tunggul Ametung ke tempat Lohgawe untuk meminta nasehat bagaimana mengatasi kerusuhan yang terjadi di seluruh negeri.
Lohgawe mengirim Arok untuk masuk ke Tumapel sebagai seorang prajurit. Pertemuan Arok dan Dedes tak dapat di elakkan. Dedes terpikat pada Arok karena kepintarannya menuturkan bahasa sansekerta, terlebih lagi Arok belajar menjadi seorang brahmana dari Lohgawe yang di hormatinya. Dedes langsung tahu apa tujuan Arok datang ke Tumapel. Mereka bertemu di Taman Larangan ketika Tunggul Ametung memimpin pertempuran di ujung negeri. Dari pertemuan itu mereka merencanakan menggulingkan tahta Tunggul Ametung.
Nah, kira-kira bagaimana kelanjutan romansa Arok dan Dedes yang di warnai dengan tujuan-tujuan politiknya? Akankah Arok yang merupakan seorang sudra yang belajar menjadi ksatria mampu merebut tahta Tumapel? Apakah Dedes yang meupakan seorang brahmani tega beruat curang kepada suaminya?
Tunggu di part selanjutnya ya, have a nice day :)

Arok, si sudra yg berproses jd sang ksatria, menarik😊
BalasHapusWah ketertarikan karena dikulai dari kekagumannya
BalasHapusJadi penasaran bagaimana reaksi tunggul ametung atas kecurangan istrinya
BalasHapus