Refleksi Isra Mi'raj

Isra Mi'raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad bertemu dengan Allah di langit ke tujuh. Dari peristiwa tersebut turunlah perintah untuk menidirikan sholat 5 waktu dalam sehari. Pada awalnya Allah meminta umat Nabi Muhammad untuk mendirikan sholat 50 waktu dalam sehari. Atas usulan dari Nabi Musa akhirnya Nabi Muhammad meminta kepada Allah agar mengurangi kewajiban sholat menjadi 5 waktu. Bisa dibayangkan teman-teman jika sehari kita harus sholat 50 waktu? Hmm. Tapi karena Allah Maha tahu kemampuan umatnya, maka kita semua dapat menunaikan sholat dengan jumlah yang jauh dari ketentuan awal. Tapi masih saja sering sekali saya ini bolong sholat, sungguh tidak patut ditiru. 

Curhatan di atas hanya sebagai pembuka saja. Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan acara isra mi'raj yang di selenggarakan pada tanggal 17 Februari 2023, yang secara kebetulan Pak Rozak sebagai ketua panitia. Setelah selesai kegiatan tentu saja kita sudah terbiasa melakukan refleksi, nah pada kegiatan Isra Mi'raj kali ini menurut saya yang bisa diperbaiki adalah: pertama, fokus siswa untuk menyaksikan atau memperhatikan penampil di depan. Kedua, briefing dari ketua panitia kepada pic lebih ditingkatkan lagi. Ketiga, durasi yang melebar di acara malam hari, sehingga anak-anak banyak yang sudah terlihat mengantuk. 

Solusi yang saya tawarkan adalah: pertama, briefing dengan sungguh-sungguh mulai dari rundown acara dan pembagian jobdesk. Misal sebagian panitia ada yang bertugas membagikan konsumsi dan kejelasan konsumsi di bagi setelah acara atau sebelum acara. Kedua, acara pada siang hari yaitu lomba ceramah masih kurang mendapatkan perhatian dari penonton, menurut saya hp lebih baik di bagikan setelah acara lomba agar fokus penonton lebih ke peserta lomba. 

Jika saya menjadi ketua panitia, demi memaksimalkan acara saya akan briefing secara maksimal kepada teman-teman agar tidak terjadi kekeliruan dan acara berjalan secara smooth. 

Komentar

Posting Komentar