Refleksi 3 2 1



Menjelang libur semester gasal kami para guru memiliki agenda zoom meeting bersama dengan Konsultan Pendidikan kami, yaitu Bu Capri Anjaya. Menurut jadwal, kami para guru memiliki agenda zoom meeting dari senin, selasa, rabu dan jumat. Selain jadwal zoom meeting bersama Bu Capri yang tentu saja membawa manfaat yang banyak bagi kami para guru, Bu Capri juga memberikan tantangan bagi kami untuk menghias kelas. Tujuan dari menghias kelas adalah menciptakan kelas yang nyaman, menarik dan mengibaratkan kelas tersebut dapat berbicara. Tentu saja hal tersebut memberikan kami dorongan untuk menghias kelas sebaik mungkin, namun kami juga harus pintar-pintar mengatur waktu. Mengapa tidak? Karena, saya rasa minggu terakhir di semester ini merupakan minggu yang berat yang menuntut kita harus lebih produktif. Selain menghias kelas, kami juga harus mengolah nilai dan rapor, kebetulan saya mengajar dari kelas tujuh sampai kelas dua belas, ditambah sebagai wali kelas. Lumayan sibuk ya, tapi no problem. Karena kemarin kami para guru sudah belajar tentang manajemen waktu dari Bu Capri, jadi kami bisa membagi menjadi kegiatan yang penting dan mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak. 

Saya cukup bingung bagaimana menghias kelas dengan waktu yang cukup cepat dan hasil yang maksimal. Saya sudah melihat referansi dari youtube dan juga internet. Hari ini saya mendapat inspirasi dari materi yang di sampaikan oleh Bu Capri, yaitu menambahkan kata-kata positif agar para peserta didik mendapat motivasi untuk mencapai goals. 

Hari ini, kami belajar mengenai Growth mindset. Apa itu growth mindset? Growth mindset adalah sebuah pola pikir yang menganggap bahwa bakat yang dimilikinya sejak kecil merupakan permulaan, mereka percaya bahwa kemampuan dan bakat tersebut dapat terus berkembang dengan kerja keras dan dedikasi. Mereka menanamkan pola pikir untuk terus belajar dan memahami dunia. Lalu, bagaimana cara membangun pola pikir growth mindset? Yang pertama, mengakui ketidaksempurnaan. Mereka yang memiliki pola pikir growth mindset akan mengakui kesalahan dan kekurangnya. Jika mendapat saran dan kritik dari orang lain, mereka akan menerima dengan senang hati untuk memperbaiki kesalahan agar selanjutnya hasil yang di dapat jauh lebih baik. Kedua, hadapi tantangan. Orang dengan pola pikir growth mindset akan menyukai tantangan yang diartikan sebagai kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Ketiga, adalah menghargai proses. Jadi yang dilihat atau di hargai lebih kepada prosesnya, contohnya kita sebagai guru harus menghargai usaha peserta didik untuk mengerjakan tugas bukan hanya pada hasilnya semata. Keempat, yaitu keluar dari zona nyaman. Dapat diartikan jika kita terlalu nyaman berada di suatu titik tentu saja kita tidak akan ada kemauan untuk belajar. Pribadi yang memiliki pola pikir growth mindset pasti akan memilih untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas diri. 

Kebalikan dari growth mindset adalah fixed mindset. Sudah bisa mneyimpulkan apa itu fixed mindset? Fixed mindset adalah kebalikan dari pola pikir growth mindset, yaitu sebuah pola pikir yang menganggap bakat dan kemampuan seseorang merupakan bawaan dari lahir yang tidak bisa di ubah, dalam artian seseorang tidak bisa merubah kondisinya karena merupakan bawaan sejak lahir. Pola pikir seperti ini harus diubah, karena mendorong seseorang untuk tidak berpikir untuk maju ataupun berusaha secara maksimal demi mencapai tujuannya. 

Selain itu, Bu Capri tiba-tiba menanyakan sebuah pertanyaan yang terdengar biasa saja namun memiliki makna yang penting. Pertanyaannya adalah, kamu mau jadi apa 5 tahun lagi? Seperti pertanyaan yang di tujukan kepada anak-anak ya? Saya sebagai orang dewasa cukup bingung untuk menjawab. Saya menjawab 5 tahun ke depan saya ingin menjadi guru yang kreatif, yang diundang di berbagai seminar atau sekolah-sekolah. Sama seperti yang dilakukan oleh Bu Capri saat ini. Kalau saya ingin jadi guru kreatif sekaligus trainer berarti saya harus banyak belajar dan berlatih, Saya harus memulai menyusun langkah apa yang harus saya lakukan untuk mencapai goals tersebut. Langkah pertama yang harus saya lakukan tentu saja menjadi guru yang kreatif. Bukan hanya kreatif namun juga mampu menciptaakan peserta didik yang memiliki karakter baik. 

Pertanyaan yang saya ajukan kepada Bu Capri yaitu, bagaimana cara untuk konsisten menjadi manusia dengan pola pikir growth mindset? Jawaban dari Bu Capri adalah berkumpul atau berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki pola growth mindset juga. Jadi, ketika kita berkumpul dengan orang-orang dengan pikiran positif maka kita juga akan terpengaruh untuk berpikir positif, lain lagi dengan berkumpul dengan orang-orang yang berpikiran negatif, secara tidak sadar kita juga pasti terpengaruh. 

Komentar

  1. Kreatif dan berkarakter baik dg growth mindset, semoga terwujud harapan Bu Mila menjadi trainer. Aamiin ya AllahπŸ™‡‍♀️πŸ™‡‍♀️πŸ™‡‍♀️

    BalasHapus
  2. Set our mind positive hehhe.. atau kumpul dengan orang yang growth mindset, bismillah ketular dengan dibarengi kemauan dan ketekunan

    BalasHapus

Posting Komentar