Media Pembelajaran
Di kelas 10 Blue materi yang saya sampaikan adalah hasil kebudayaan zaman praaksara.
Media yang saya gunakan yaitu gambar hasil kebudayaan zaman praaksara yang sudah saya potong-potong, kemudian saya membagi siswa menjadi 5 kelompok kemudian tugas mereka adalah menyusun gambar-gambar kemudian di tempel di kertas. Dalam menyusun gambar ditambahkan nama dan fungsi dari benda tersebut. Setelah itu, mereka mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Materi dan media yang saya gunakan sama dengan kelas 10 Blue, yaitu potongan gambar hasil kebudayaan praaksara kemudian saya minta menyusun kembali kemudian di tempel pada kertas dan menambahkan nama dan fungsi dari benda tersebut.
Foto diatas memperlihatkan siswa kelas 11 sedang menyusun puzzle tokoh bangsa-bangsa barat yang datang ke Indonesia. Saya membagi siswa menjadi 5 kelompok, kemudian saya memberikan puzzle yang harus mereka susun. Puzzle yang saya berikan berbeda di setiap kelompoknya. Setelah tersusun menjadi wajah tokoh bangsa barat yang datang ke Indonesia, kemudian mereka harus menuliskan kebijakan atau pengaruh apa yang diterapkan di Indonesia.
Dari beberapa media yang saya gunakan, saya merasa media puzzle membuat siswa aktif dan penasaran. Jika tidak ada media yang menarik, biasanya yang aktif hanya satu atau dua orang saja, sedangkan yang lain hanya diam saja. Namun, dengan media puzzle semua anggota kelompok ikut bekerja sama menyelesaikan puzzle. Bahkan sampai akhir siswa tetap fokus memperhatikan hasil puzzle dari kelompok lain.
Setelah menulis blog ini, saya belajar mengenai kriteria penilaian. Memberikan tugas kepada siswa harus disertai juga dengan kriteria penilaian yang jelas dan transparan, hal tersebut bertujuan untuk memberikan petunjuk kepada siswa harus mencapai kriteria tersebut jika ingin nilainya maksimal.
Menurut saya, selama ini saya kurang jelas dan transparan mengenai kriteria penilaian. Saya masih belum konsisten memberikan kriteria penilaian disetiap tugas yang saya berikan kepada siswa. Selain itu, saya juga masih bingung terkait kriteria penilaian yang saya rasa masih bersifat subyektif.




Refleksi yang ditulis oleh Bu Mila mempunyai variasi lebih banyak ya, karena mengajar di empat kelas sekaligus. Mengenai refleksi ini, saya rasa Bu Mila lebih kreatif dari saya, membuat puzzle contohnya, next time bisa saya coba dengan puzzle tempat wisata mungkin, mengingat materi saya yatu travelling. Bisa juga saya coba caranya menempel-nempel tempat wisata berdasarkan negaranya mungkin ya? Pasti lebih asik. Pembelajaran di kelas 7 menjadi lebih aktif karena adanya pertanyaan pemantik soal bagaimana mengurangi kerusakan lingkungan ya. Saya setuju untuk mengikutsertakan anak supaya kelas lebih aktif, dan ditambah dengan berbagai media yang menarik, tidak heran kalau kelas menjadi hidup dan menyenangkan. Bagaimana Bu Mila menangani kelas, saya rasa sudah baik.
BalasHapusPuzzle always nih, sangat menarik untuk diATM tapi bingung mau mengadopsi puzzle di materi apa (matematika). Tapi kelihatannya seru tuh. Betul yang disampaikan kak mila, media menarik akan membuat siswa tertarik. Yang biasanya cuma datang tidur, tetapi jika pembelajaran yang menyenangkan maka semua akan terlibat aktif dikelas. Di kelas 7 dalam pembelajaran kak mila keren tuh, bisa memfasilitasi siswa dalam berpikir kritis dan solutif. Hehehe. Dan lagi kita sama-sama belajar kak membuat kriteria penilaian yang bagus disetiap pekerjaan untuk siswa. Terus konsisten yak. Untuk perbandingan tulisan saya dan kak mila. Mungkin kak mila lebih memecah gambar dan keterangan tetapi saya menjadikan satu semua keterangan kemudian bawahnya diberikan gambar. Jangan lupa setiap paragrap menjorok ya kak biar tahu berapa paragraf gitu hehehe
BalasHapusHarusnya aku hari ini mengadopsi bermain puzzle. Tapi karena printer di kantor meninggoy jadi yasudah aku memanfaatkan media yang ada. Ke depannya aku pengen pakai puzzle, mohon nanti bimbingannya ya Bu Mila, bantu bagaimana cara kerja bermain puzzle. Nanti akan saya terapkan di pembelajaran Bahasa inggris setelah printer selesai diperbaiki. Anak-anak terlihat senyum Bahagia setelah bermain Bersama Bu Mila ya? Apakah benar anak-anak enjoy? Aku melihat dari raut wajah merekasangat Bahagia. Ke depannya untuk belajar sejarah Indonesia, mungkin anak-anak biasa diajak ke TMP Pati untuk menjelaskan pahlawan-pahlawan yang ada di pati hehe. Agar mereka juga tahu kalau di pati ada pahlawan.
BalasHapusWahh Bu Mila mendiskripsikan foto hasil pembelajaran dengan detail juga cara pembuatan media belajarnya. Siswa kita senang belajar dengan bergerak ya bu. Menurut saya anak-anak SPSS dengan kemampuan motorik yang lebih dari anak di sekolah akademik pada umumnya. Berarti siswa akan senang juga belajar dengan bergerak,.
BalasHapusSaya juga setuju bahwa kita juga harus memberikan transparasi penilaian terhadap siswa. Entah itu penilaian kognitif, ketrampilan, maupun afektif. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan cara observasi oleh guru kelas dan guru mata pelajaran selama satu semester, penilaian diri dan penilaian antar teman. Penilaian sikap dilakukan dengan teknik observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Penilaian diri dan penilaian antar teman dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta didik, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.
Banyak kata untuk mengungkapkan perjuangan ms. Mila yang sedang memilih dan memilah metode pembelajaran yang dipraktikkan di kelas 10 blue ini. Dalam pembelajaran yang berlangsung Ms mila bisa memberikan metode puzlle yang sangat memberikan antusiasme siswa untuk saling bergerak dan berfikir menyelesaikan tugas. Selain itu ms mila yang sedikit galak juga mempengaruhi siswa untuk selalu memperhatikan pembelajaran. Nah itu dia galaknya ms mila yang belum bisa saya tiru hehe, tapi dengan begitu ms mila juga tidak semua siswa yang takut pada nya. Karena ada siswa yang tulus belajar dengan ms mila karen faktor senang dan nyaman dengan ms Mila. Hayoo kira kira siapa yaa?? Waduuuh keceplosan yang tersengaja.. Pokoknya semangat terus ms Milaa..
BalasHapusWaduh bu mila sebagai anak ipa dulunya waktu sma, saya tertarik mengikuti kelas bu mila. Sepertinya belajar ilmu pengetahuan sosial juga sangat menyenangkan. Saya pernah belajar sosiologi karena untuk mengikuti tes sbm soshum. Saya sangat suka ilmu sosiologi. Sangat mudah untuk saya pahami dan menegrti dalam waktu singkat karena berkaitan dengan kehidupan secara langsung. Namun, untuk geografi saya benar-benar tidak suka. Mungkin jika guru saya bu mila saya akan sangat senang dan bisa memahami geografi dengan lebih baik. Sejarah juga membuat saya mengantuk. Benar-benar tidak bisa tertolong karena gurunya hanya ceramah saja. dengan media bu mila yang beragam sepertinya saya tidak akan mengantuk.
BalasHapusmemang betul sih media puzzle lebih membuat siswa jadi lebih aktif dan berfikir untuk pembelajaran dan mereka pun jadi penasaran kalau disusun secara penuh nanti jadinya bagaimana kemudian merasa tertantang, kayak ada motivasi secara tidak langsung untuk menyelesaikan puzzlenya. tapi dari itu semua pasti untuk tugas yang kedua mereka jadi mikir lagi tentang gambar itu. tapi paling tidak mereka tau lah gambar tersebut.
BalasHapussama sih dengan komentar saya ke mbak putri tadi, kalau sudah masuk ke materi hardware nanti saya pakai media puzzle untuk anak-anak supaya mereka bisa tau dan lebih antusias, karena yang mereka fikir pasti bagaimana pengoperasian komputer saja tanpa tau fungsi bagian-bagian yang ada pada komputer.
terus berkreasi bu mila.
Berbagai media telah Bu Mila terapkan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan meningkatkan keaktifan siswa. Dari media visual seperti gambar dan puzzle sampai media audio visual seperti video. Terlihat pada refleksi di atas para siswa sangat antusias memyelesaikan tugas menempel untuk membentuk sebuah puzzle. Media puzzle memang menarik dan pernah saya coba di kelas X-Red pada rumpun mapel IPA. Untuk penilaian yang dirasa oleh Bu Mila masih subyektif pasti semua guru merasakannya terutama dalam penilaian afektif atau sikap. Hal ini berbeda dengan penilaian kognitif yang tentunya sudah dapat dipastikan kriteria benar atau salahnya. Saya pribadi juga berharap agar dapat terus berlatih untuk mengasah kemampuan diri dalam menilai aspek afektif. Dan pastinya Dr. Capri Anjaya akan menularkan ilmu beliau tentang penilaian ini. Kita sama-sama menunggu moment itu ya😊
BalasHapusMedia puzzle mungkin akan sangat menyenangkan bagi siswa, tapi apakah target materi yang akan disampaikan dan kriteria penilaian akan tercapai ? hehe. Menonton film untuk pelajaran IPS menurut saya sangat bagus Bu Mila, karena banyak sejarah yang sudah difilmkan dan relevan untuk ditonton oleh siswa masankini, tapi apakah siswa diminta untuk mengananlisis dan mengaktualisasi diri dalam pengembangan karakter mereka ? Menurut saya perlu diputarkan film film yang menyentuh hati siswa yang dapat merubah paradigma siswa menjadi lebih baik, pesan moral yang disampaikam dalam sebuah film perlu dibuat kriteria penilaian agar bisa lebih terarah dan terukur, dengan membaca blog bu Mila saya akan coba memutar film juga yang mengandung pesan matematis, heheh
BalasHapus