Kriteria Penilaian
Tugas dari Bu Capri mengenai kriteria penilaian sebenarnya sudah dari minggu kemarin. Namun, baru di diskusikan hari ini. Awalnya, kriteria penilaian yang saya buat hanya berupa aspek yang dinilai dan skor maksimal yang didapat. Namun, setelah Bu Capri mengoreksi kriteria penilaian dari Pak Arifin, akhirnya saya mendapatkan gambaran tentang penyusunan kriteria penilaian yang baik, yaitu dengan menambahkan kriteria atau aspek yang dinilai secara lengkap. Selain itu, skor minimal sampai maksimal juga harus ditambahka agar peserta didik bisa mengetahui hasil pekerjaannya.
Kriteria penilaian merupakan hal penting bagi seorang guru untuk menentukan hasil dari pekerjaan peserta didik. Peserta didik perlu mengetahui mengenai kriteria yang dimaksud agar peserta didik mampu memenuhi kualifikasinya jika ingin mendapatkan nilai maksimal. Antara guru dan peserta didik harus transparan agar keduanya tidak bingung mengenai hasil akhir penilaian. Selain itu, mencegah terjadinya perbedaan penilaian antara siswa satu dengan siswa lainnya.
Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial, saya biasanya menambahkan soal mengenai pendapat peserta didik mengenai fenomena sosial yang terjadi. Tentu saja jawaban peserta didik berbeda satu dengan lainnya. Dari pengalaman tersebut, maka sangat penting untuk memberikan kriteria penilaian kepada peserta didik agar mereka tidak protes ketika nilai akhir tidak sama dengan yang lain. Jadi, secara tidak langsung memberi kriteria penilaian mengajarkan peserta didik untuk menganalisis hasil belajar mereka.

Yupz kriteria penilaian mengajarkan peserta diri menganalisis alias ikut merefleksikan hasil belajar mereka😊
BalasHapusbagaimana dengan gambar yang menarik tetapi kata sulit dipahami?
BalasHapusgambarnya kecil jadi kurang kelihatan hehehe
BalasHapusTransparansi diperlukan di setiap aspek ya buk. Kalau nggak transparan pasti ada hal yang diasumsikan oleh orang lain ya buk
BalasHapus