Inspirasi

Frans Kaisiepo



Sudah tahukah siapa tokoh dalam gambar tersebut? 

Pasti sudah sering bertemu pada lembaran uang sepuluh ribuan. Yap, beliau adalah Frans Kaisiepo seorang pahlawan dari Papua. 

Mengapa beliau bisa menjadi pahlawan nasional? 

Seperti yang kita tahu, sampai sekarang wilayah Papua masih penuh dengan pergolakan. Pergolakan di Papua sudah terjadi sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno. 
Tahun 1945, ketika Papua masih di duduki oleh Belanda, Frans Kaisiepo adalah orang pertama yang mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan Indonesia Raya di bumi Papua. 

Pada tahun 1946, Frans Kaisiepo menjadi perwakilan satu-satunya orang Indonesia pada pertemuan Nederlands Nieuw Guinea. Pertemuan tersebut membahas tentang Papua yang akan dimasukkan ke Negara Indonesia Timur yang merupakan negara bagian dari pemerintah Belanda. 
Frans Kaisiepo tetap teguh bahwa Papua harus di pimpin oleh orang Papua asli. Frans juga sempat mengusulkan penyebutan Papua diganti dengan Irian, karena pua berarti keriting dan merendahkan orang Papua. 

Selain itu, Frans Kaisiepo juga mendirikan partai Indonesia Merdeka. Tujuan utama partai yang didirikannya yaitu mengupayakan kemerdekaan di Papua, walaupun pada saat itu Indonesia sudah merdeka. Karena perlawanannya, Frans di penjara oleh pemerintah Belanda selama 7 tahun, dari tahun 1954-1961. Setelah keluar dari penjara, Frans kembali mendirikan partai Irian Sebagian Indonesia. Tujuan utama partai tersebut adalah menyatukan Papua dengan Indonesia. 

Frans Kaisiepo menjadi gubenur Papua pada tahun 1964, menggantikan gubenur sebelumnya yaitu Eliezer Jan Bonay. 

Atas pengabdiannya, Frans di tetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia pada tahun 1993. Frans Kaisepo juga dijadikan sebagai nama bandara lokal dan digambarkan dalam uang 10.000 rupiah edisi 2016. 

Kelebihan dari Frans Kaisiepo menurut saya adalah kegigihannya untuk menyatukan Papua dengan Indonesia. Walaupun Indonesia sudah dinyatakan merdeka namun masalah pembebasan Irian Barat masih tetap berlanjut. Frans tetap gigih walaupun usahanya sempat di gagalkan oleh pemerintah Belanda, dengan cara memenjarakannya. 

Frans Kaisiepo tetaplah manusia biasa yang pasti memiliki kekurangan, menurut saya kekurangan beliau terletak pada sikapnya ketika menjadi gubenur menggantikan Eliezer Jan Bonay. Mengapa demikian? Awalnya Jan Bonay menggundurkan diri dari jabatannya, kemudian digantikan oleh Frans, namun Frans tidak berkoordinasi lebih dahulu kepada Jan Bonay. Tindakan Frans membuat Jan Bonay kecewa dan memutuskan bergabung dengan Organisasi Papua Merdeka. 

Sebagai generasi penerus bangsa, kita semua harus memiliki sifat seperti Frans Kaisiepo yang selalu gigih memperjuangkan keinginannya untuk menyatukan Papua dengan Indonesia. Kita semua harus gigih dan bekerja keras mengejar mimpi kita, harus kerja keras untuk mewujudkan Indonesia jadi lebih baik lagi. Tentu saja tidak mudah, namun ketika ada keinginan pasti ada jalan yang menyertai. 


Komentar

  1. Selalu gigih dna kerja meras mengejar mimpi,,, noted

    BalasHapus
  2. Kukira selama ini frans kasiepo ternyata ada i nya lagi setelah ka ehehe thanks pengetahuannya

    BalasHapus
  3. Papua menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari Indonesia, dan Frans seorang pejuang itu,

    BalasHapus
  4. Melihat blogmu, aku jadi teringat akan utangku

    BalasHapus
  5. terus warga2 irian yang sampai saat ini masih memberontak apakah ada kaitannya dengan tragedi frans menjadi gubernur ?

    BalasHapus

Posting Komentar