Berpikir Kritis

Berpikir kritis sering sekali kita temui di beberapa pembelajaran di sekolah ataupun dalam menanggapi suatu peristiwa. 

Lalu apa yang dimaksud dengan berpikir kritis? 
Berpikir kritis dapat diartikan sebagai cara berpikir manusia untuk merespon seseorang atau suatu kejadian dengan menganalisis fakta untuk membentuk penialian. 

Pada Kurikulum Merdeka, berpikir kritis menjadi salah satu indikator yang harus dimiliki oleh pelajar. Dengan berpikir kritis diharapkan generasi Indonesia bisa memiliki kemampuan lebih baik untuk memecahkan suatu masalah, mampu mengambil keputusan lebih cepat dan tepat dan mampu menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang. 

Menteri Pendidikan Ghana menyampaikan bahwa sekolah bukan hanya tentang menulis apa yang disampaikan oleh guru melainkan bagaimana melatih peserta didik untuk berpikir kritis. Oleh karena itu, diciptakannya kurikulum asertif. Secara umum asertif adalah kemampuan untuk meyampaikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain tanpa bermaksud menyerang orang lain. 

Melatih anak berpikir kritis dapat dimulai dengan pertanyaan pemantik sebelum pelajaran dimulai. Sebagai contoh, pada materi kedatangan bangsa barat ke Indonesia, guru memberikan pertanyaan apa yang membuat bangsa-bangsa barat ingin mendapatkan rempah-rempah. Setelah mengetahui kegunaan rempah-rempah diharapkan siswa dapat berpikir kritis, salah satunya dengan mensyukuri kekayaan potensi Indonesia yang mungkin dimasa depan dapat dimanfaatkan oleh mereka. 

Berpikir kritis harus diimbangi dengan sopan santun agar tidak menyinggung orang lain. Sama seperti pengertian pada asertif itu sendiri. Tugas kita sebagai pendidik adalah membimbing siswa bukan pada penguasaan materi saja namun terkait karakter siswa. 

Komentar

  1. Yupz sepakat harus diimbangi dg sopan santun, karena berpikir kritis tidak sama dengan mengkritik, mendebat maupun mengecam.
    *Referensi Critical Thinking: https://youtu.be/jOeGAs8aEUM

    BalasHapus
  2. sikap dan perilaku siswa apakah bisa menjadi patokan cara berfikir siswa ?

    BalasHapus
  3. Mengutarakan pikiran kritis bisa membuka pemahaman baru akan suatu persoalan, tapi saat penyampaian diperlukan tutur kata yang baik agar tidak menyinggung pihak lain. Setuju kalau pikiran kritis memerlukan pengelolaan kata yang baik

    BalasHapus
  4. Betul tetap memperhatikan attitude dan etika dalam mengiringi kemampuan problem solving dan berpikir kritis

    BalasHapus
  5. Kita perlu mempersiapkan sangat untuk pertanyaan yg memfasilitasi siswa untuk berpikir, berpikir dulu dan nantinya berpikir kritis

    BalasHapus

Posting Komentar