Positive Thinking

Hari libur memang paling tepat dipakai untuk jalan-jalan atau bersantai dirumah. 
Kebetulan hari minggu kali ini saya akan pergi jalan-jalan sebentar bersama keponakan saya yang masih duduk di sekolah dasar, namanya Mika. 
Sudah waktunya makan siang, Mika tentu saja minta mampir ke tempat makan. Memang, Mika adalah anak yang paling tidak bisa menahan lapar. Sampai lah kami di tempat makan prasmanan alias bisa ambil sendiri. Karena memang jam makan siang tentu saja ramai. Setelah dapat makanan, kami pun duduk di tempat yang dekat dengan tempat cuci tangan dan tempat pengambilan nasi. Tentu saja bisa membayangkan ramainya tempat itu. 
Saya :"Mika, sepertinya kita salah pilih tempat duduk".  
Mika :"Loh, kenapa begitu?".
Saya :"Lihat saja, tempat duduk kita ramai sekali, jadi kita tidak bisa makan dengan nyaman."
Mika :"Nggak kok, malah kita bisa dekat kalau mau cuci tangan dan tambah nasi lagi. Nggak perlu jalan jauh."

Setelah itu saya diam. Kenapa saya tidak berpikir seperti yang dipikirkan Mika? 
Ternyata, masalah berat atau tidak itu tergantung bagaimana kita melihat. Dari tempat makan tadi saya berpikir itu buruk, karena saya makan ditempat yang dekat dengan tempat cuci tangan, tetapi Mika bisa berpikir itu hal baik karena kita tidak perlu jalan jauh untuk cuci tangan. 
Pelajaran saya hari ini saya peroleh dari anak yang masih duduk di kelas 4, tentang berpikir positif dalam melihat suatu masalah. 


Komentar

  1. Perspektif baru ya. Ada sisi lain dari sesuatu yang mungkin kita lihat sebagai kesulitan

    BalasHapus
  2. Sesulit apa pun hidup kita tentu dapat melihat sisi baiknya...

    BalasHapus
  3. Mikha, mengajarkan kita bagaimana bersyukur dan mengambil sisi positif dalam suatu keadaan

    BalasHapus
  4. Train your mind to see the good in every situation. I'm sure you will enjoy more!

    BalasHapus

Posting Komentar