Bagi saya, menjadi pendidik tidaklah mudah. Selain memberikan pengetahuan atau ilmu baru, peran pendidik adalah memperbaiki karakter siswa. Selama kurang lebih 3 bulan, banyak yang saya rasakan. Hampir seharian bersama mereka dalam 6 hari selama seminggu membuat saya merasakan suka maupun duka. Dalam 3 bulan terakhir yang saya dapatkan terutama dari segi KBM yaitu : 1. Saya masih mengajar semua mapel IPS di SMP maupun SMA, dengan jam pelajaran yang bertabrakan membuat KBM berjalan tidak efektif. 2. Tahun lalu jika ada anak yang tidur di dalam kelas saya cuma menegur, namun sekarang saya berusaha maksimal agar mereka bangun dan mengikuti pelajaran. 3. PTS berjalan dengan baik, anak-anak sudah mulai kooperatif menanyakan nilai dan tugas yang belum dikerjakan. 4. Siswa kelas 11 dan 12 yang mengikuti pembelajaran online kurang memperhatikan tugas. 5. Siswa yang bolos berkurang. 6. Pembagian rapor PTS dilakukan oleh wali kelas, jadi wali kelas ada akses ke...
Foto tersebut merupakan foto dari media pembelajaran yang saya pakai selama 5 hari terakhir. Di akhir pelajaran saya mengirimkan foto tersebut kepada Bu Capri. Perasaan saya setelah mengirim foto tersebut bisa dibilang campur aduk. Kenapa demikian? Ada senang dan ada rasa takut. Senang karena akan mendapat masukan untuk media pembelajaran yang lebih baik dan takut karena ada perasaan belum memaksimalkan media pembelajaran. Tentu saja media pembelajaran yang saya gunakan hasil diskusi dengan teman-teman guru yang lain, contohnya tadi saya memanfaatkan media puzzle yang saya pelajari dari Bu Putri, saya menggunakan media tersebut untuk mengawali materi yang saya sampaikan. Dengan adanya PR dari Bu Capri saya mendapat ilmu baru untuk memaksimalkan media pembelajaran agar siswa bisa menerima materi dengan baik.
Ujian akhir dilaksanakan hampir seluruh sekolah di Indonesia. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Berbagai persiapan dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal. Mulai dari belajar dengan ekstra, mengurangi hal-hal yang tidak perlu dilakukan dan berdoa agar diberi kemudahan sampai diterima disekolah yang diimpikan. Ujian akhir kali ini kebetulan bebarengan dengan ibadah puasa, jadi energi sedikit berkurang. Tingkat fokus pun tidak seperti hari-hari biasa, namun hal itu tidak mengurangi semangat untuk meraih nilai yang memuaskan. Pelaksanaan ujian pada siswa SMA lebih dulu dilaksanakan dan pelaksanaan ada di sekolah yang mejalin kerjasama dengan sekolah kami. Keberangkatan mereka jauh lebih pagi dari biasanya, saya melihat mereka cukup antusias dengan datang tepat waktu, walaupun harus ada yang memantau. Kemudian, mereka juga cukup disiplin dengan memakai seragam sesuai dengan ketentuan. Kabar bahagia juga datang dari anak kelas 12 yang berhasil masuk SBMPTN, w...
Komentar
Posting Komentar