Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Oktober Seru

Sabtu, 29 Oktober 2022 adalah puncak kegiatan Projek Pancasila yang bertema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Sekolah kami, Safin Pati Sport School mengadakan kegiatan yang diikuti oleh semua siswa. Kegiatan tersebut diadakan untuk melatih kemampuan siswa tampil di depan umum dengan bakat lain selain bermain sepak bola dan pelajaran.  Acara dibuka dengan lomba memasak, kemudian penampilan siswa di bidang seni. Pada kegiatan ini, saya sebagai pic dari grup vocal. Jujur saja, saya merasa kurang puas dengan penampilan anak-anak. Kurangnya latihan saya rasa menjadi faktor utama kurang maksimalnya penampilan mereka. Kalau saya bisa mengulang kembali, saya akan melatih mereka lebih sering, akan saya tunjukkan contoh video terlebih dahulu agar mereka mempunyai gambaran, kemudian saya akan membagi bait-bait yang harus mereka nyanyikan agar lebih tertata lagi.  Selain itu, saya juga bangga dengan kelas 8 yang berhasil menjadi juara drama walaupun masih juara 3. Saya melihat ada kekompakan an...

Nakalkah?

Kemajuan teknologi merupakan salah satu aspek perubahan sosial yang tidak bisa dihindari dalam dewasa ini. Salah satu dampak positif kemajuan teknologi adalah munculnya situs atau platform menonton secara online. Jadi, masyarakat semakin di mudahkan dengan banyak pilihan akses menonton selain televisi dan bioskop.  Sebelum tidur, saya membuka salah satu layanan menonton. Saya selalu menyukai sebuah sinema yang berlatar abad 19. Menyukai bagaimana pakaian dan arsitektur yang digambarkan pada zaman itu.  Serial Anne With an E menarik perhatian saya, awalnya saya tertarik hanya karena sampulnya menggambarkan zaman favorit saya.  Serial tersebut menceritakan seorang gadis yatim piatu berusia sekitar 14 tahun bernama Anne. Awalnya Anne hidup dipanti asuhan kemudian diadopsi oleh keluarga yang memiliki banyak anak. Iya, seperti yang kalian bayangkan, Anne dijadikan pembantu dengan berkedok diadopsi. Karena keterbatasan ekonomi akhirnya Anne dikembalikan ke panti asuhan, sampai ...

Healing

Gambar
Sering sekali kita mendengar kata healing bersileweran di media sosial ataupun dalam percakapan sehari-hari. Makna sebenarnya dari  Healing  adalah sembuh.  Lalu sembuh dari apa?  Sebelum mengenal kata healing , masyarakat lebih sering menggunakan kata refreshing yang artinya menyegarkan. Menyegarkan pikiran dari pekerjaan, tugas sekolah ataupun dari rutinitas yang melelahkan.  Jepara, kota saya adalah kota yang dekat dengan laut. Dalam perkembangannya saya lihat masyarakat sudah banyak memanfaatkan potensi laut. Diantaranya sebagai potensi pariwisata.  Akhir pekan kali ini saya  healing  seperti selayaknya anak muda. Saya berkunjung ke salah satu resort dan resto di Jepara yang bernama Lokatara. Lokatara terletak di Jl. Anton Soedjarwo Mulyoharjo Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.  Menurut saya, dekorasi sudah bagus, banyak hiasan yang aesthetic dan instagramable . Dari segi makanan, harga dimulai dari 25.000. Saya memesan ricebowl, ...

Berpikir Kritis

Berpikir kritis sering sekali kita temui di beberapa pembelajaran di sekolah ataupun dalam menanggapi suatu peristiwa.  Lalu apa yang dimaksud dengan berpikir kritis?  Berpikir kritis dapat diartikan sebagai cara berpikir manusia untuk merespon seseorang atau suatu kejadian dengan menganalisis fakta untuk membentuk penialian.  Pada Kurikulum Merdeka, berpikir kritis menjadi salah satu indikator yang harus dimiliki oleh pelajar. Dengan berpikir kritis diharapkan generasi Indonesia bisa memiliki kemampuan lebih baik untuk memecahkan suatu masalah, mampu mengambil keputusan lebih cepat dan tepat dan mampu menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang.  Menteri Pendidikan Ghana menyampaikan bahwa sekolah bukan hanya tentang menulis apa yang disampaikan oleh guru melainkan bagaimana melatih peserta didik untuk berpikir kritis. Oleh karena itu, diciptakannya kurikulum asertif. Secara umum asertif adalah kemampuan untuk meyampaikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dip...

Salah siapa?

Kanjuruhan, 1 Oktober 2022, tepatnya hampir tengah malam terjadi peristiwa yang mungkin akan susah dilupakan oleh bangsa ini. Bagaimana tidak, derby Persebaya dan Arema berakhir ricuh bahkan menewaskan ratusan orang.  Kenapa bisa terjadi? Siapa yang salah? Apa dampaknya? Apa solusinya?  Pertanyaan tersebut mungkin ada dikepala hampir semua insan yang menyaksikan berita Kanjuruhan.  Terdapat berbagai opini dalam kasus Kanjuruhan.  Kronologi kerusuhan tersebut dimulai suporter Arema turun ke lapangan setelah pertandingan selesai kemudian di ikuti oleh suporter yang lain. Melihat suporter yang turun ke lapangan, aparat kepolisian pun menghalau dengan menyemprotkan gas air mata. Dari situlah suporter yang lain mulai panik menuju ke pintu keluar, namun pintu keluar di kunci. Karena berdesakan banyak yang jatuh terinjak, pingsan dan sesak napas.  Suporter Arema menegaskan bahwa turunnya mereka ke lapangan bukan untuk memicu kerusuhan atau tidak terima dengan kekalahan...